DAMPAK KETERGANTUNGAN IMPOR GULA TERHADAP KETAHANAN PANGAN : STUDI KASUS INDONESIA DI ERA KRISIS GLOBAL

Penulis

  • Almiyah Damayanti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Penulis
  • Ria Safaria Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Penulis
  • Shufi At-Tazkia Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Penulis
  • Luqman Luqman Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Penulis
  • Dwi Surya Atmaja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Penulis

Kata Kunci:

Impor, Krisis, Gula

Abstrak

Ketahanan pangan menjadi salah satu program pemerintah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta tingkat konsumsi masyarakat. Di sebuah negara, terutama di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya memiliki pekerjaan sebagai seorang petani, kebutuhan akan pangan nya akan terpenuhi jika lahan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Ketahanan pangan sebuah strategis yang perlu dikembangkan, agar Indonesia tidak hanya mengimpor bahan pangan saja, tetapi bisa memberdayakan petani-petani dan lahan yang dimiliki oleh negara. Ketahanan pangan berfokus pada kondisi dimana semua orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi setiap saat. Karakteristik ketahanan pangan yaitu berfokus pada tujuan akhir dalam mengakses pangan yang cukup, bersifat teknis dan terukur, netral terhadap sumber pangan, berorientasi pada hasil, dapat diterapkan pada berbagai level. Salah satu pangan yang diimpor dari luar negeri adalah gula. Kebutuhan akan gula di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Hal tersebut ditandai dengan, banyak nya pedagang makanan yang menggunakan gula sebagai salah satu bahan pembuatannya. Ketergantungan impor gula di Indonesia menjadi isu krusial di tengah krisis pangan global yang dipicu oleh perubahan iklim, pandemi, dan geopolitik yang terjadi saat ini. Peluang permintaan kebutuhan gula yang begitu besar dari masyarakat seharusnya menjadi peluang bagi desa untuk memperoleh nilai tambah dari produksi gula, namun pada kenyataanya menunjukan sebaliknya.

Diterbitkan

2025-08-21