PERBANDINGAN PEWARNAAN GIEMSA DAN WRIGHT PADA SEL EPITEL AIR LIUR ANAK SERING MENGONSUMSI JAJANAN RINGAN
Kata Kunci:
Pewarnaan Giemsa, Pewarnaan Wright, Sel Epitel, Air Liur, Minuman dan Makanan RinganAbstrak
Konsumsi makanan dan minuman ringan pada anak-anak berpotensi memengaruhi kesehatan rongga mulut, termasuk sel epitel mukosa oral. Air liur sebagai sampel biologis non-invasif dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan morfologi sel. Penelitian ini membandingkan efektivitas pewarnaan Giemsa dan Wright pada sel epitel air liur anak usia 7–12 tahun (n=10) yang sering mengonsumsi makanan dan minuman ringan. Sampel diambil dengan metode spitting, disentrifugasi, dibuat preparat, dan diwarnai menggunakan kedua metode. Parameter yang diamati meliputi inti sel, sitoplasma, dan bentuk sel dengan skala ordinal. Hasil menunjukkan Giemsa lebih jelas menampilkan inti sel, sedangkan Wright unggul pada ketajaman sitoplasma. Secara keseluruhan, Giemsa lebih efektif untuk analisis morfologi sel epitel air liur


