PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP PURCHASE INTENTION KONSUMEN (STUDI KASUS PADA KONSUMEN SAMBAL BAKAR INDONESIA)
Kata Kunci:
FOMO, Influencer Media Sosial, Niat Pembelian, Pemasaran Digital, Perilaku KonsumenAbstrak
Niat pembelian konsumen di era digital saat ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial, salah satunya adalah fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan pengaruh Social Media Influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Social Media Influencer terhadap Purchase Intention konsumen Sambal Bakar Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden konsumen dan calon konsumen Sambal Bakar Indonesia di wilayah Jabodetabek. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria responden yang aktif di media sosial dan mengenal influencer Iben Ma. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention (t-hitung = 5,543; sig = 0,000). Social Media Influencer juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention (t-hitung = 6,047; sig = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (F-hitung = 68,734; sig = 0,000) dengan kontribusi sebesar 57,8% (Adjusted R² = 0,578). FOMO dan Social Media Influencer merupakan faktor penting yang memengaruhi niat beli konsumen di era digital, khususnya dalam industri kuliner yang dipromosikan melalui media sosial.


