ANALISIS PENYELESAIAN SENGKETA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (STUDI PUTUSAN NOMOR 12/PDT.SUS-PHI/2020/PN JMB)
Kata Kunci:
Karakter, Tanggung Jawab, Kepramukaan, Hasil BelajarAbstrak
Penelitian ini berdasarkan dari permasalahan umum siswa yang kurang memiliki rasa tanggung jawab yang berakibat pada rendahnya hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang nilai tanggung jawab pada kegiatan pramuka dalam meningkatkan hasil belajar di MAN 2 Muaro Jambi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah Guru, Pembina Pramuka, Kepala sekolah dan Siswa. Guru sebagai key informan, pembina pramuka dan Kepala Sekolah sebagai Informan tambahan, serta siswa sebagai responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian pada pembinaan nilai-nilai karakter tanggung jawab pada kegiatan kepramukaan dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MAN 2 Muaro Jambi dapat disimpulkan bahwa (1) Hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Muaro Jambi menunjukkan kondisi yang bervariasi. Sebagian besar siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 72, namun masih terdapat beberapa siswa yang nilainya berada di bawah standar tersebut. Siswa yang aktif dalam bertanya, mencatat, serta mengerjakan tugas dengan baik cenderung memperoleh nilai di atas KKM. Sebaliknya, siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, sering menunda tugas, atau pasif dalam kegiatan diskusi, cenderung memiliki capaian nilai yang lebih rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa sikap tanggung jawab dan kedisiplinan belajar menjadi faktor penting dalam pencapaian hasil belajar. (2) Nilai-nilai karakter tanggung jawab pada kegiatan kepramukaan diantaranya adalah melalui perilaku siswa yang menunjukkan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tanggung jawab siswa terhadap orang lain. (3) Faktor pendukung meliputi minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembina, dukungan dari kepala sekolah dan guru akidah akhlak dana, sarana dan prasarana serta dukungan dari orangtua siswa. Sedangkan faktor-faktor penghambat meliputi kedisiplinan dan ketidakhadiran siswa dalam kegiatan pramuka serta pengaruh dari teman yang mengajak siswa untuk membolos. (4) Upaya pembinaan adalah dengan pemberian nasihat yang dilakukan pembina kepada siswa. Keteladanan pembina, Pemberian tugas, Pemberian hukuman, Pemberian penghargaan atau reward.


