ISLAMIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT AND PLANNING: PROSES, PERBANDINGAN PARADIGMATIK DENGAN PENDEKATAN KONVENSIONAL, DAN MODEL HYBRID UNTUK MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
Kata Kunci:
Islamic HRM, Perencanaan SDM Syariah, Perbandingan HRM, Maqasid Syariah, Manajemen Bisnis IslamAbstrak
Di tengah disrupsi digital 2026 dan lonjakan publikasi Islamic Human Resource Management (IHRM) pasca-2017 (84 dari Indonesia), urgensi integrasi prinsip syariah dalam manajemen bisnis syariah semakin mendesak untuk mengatasi kelemahan HRM konvensional yang materialistik dan rentan eksploitasi.^1 (Maulida & Rusydiana, 2023)Artikel ini bertujuan menguraikan proses manajemen dan perencanaan IHRM secara sistematis, membandingkannya dengan pendekatan konvensional, serta mengidentifikasi strategi hybrid berbasis bukti dari 10 publikasi terkini (2023-2025) guna mengisi celah pengetahuan pada perencanaan strategis non-sektoral.^2(Syam & Parmitasari, 2024) Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan library research, mengumpulkan data dari literatur sekunder peer-reviewed (Scopus, jurnal nasional) melalui dokumentasi purposive, dianalisis via content analysis tematik dan matriks perbandingan untuk sintesis proses runtut.^3(Maulida & Rusydiana, 2023) Temuan utama mengonfirmasi proses IHRM holistik—perencanaan audit maqasid syariah, rekrutmen meritokrasi nilai via syura, pelatihan taqwa-itqan, evaluasi KPI holistik, kompensasi zakat-compliant—unggul di loyalitas (20-30% lebih rendah turnover) dan etika berkelanjutan dibanding HRM konvensional, dengan model hybrid 70% syariah-30% teknologi.^4(Kaharudin et al., 2025) Kontribusi ilmiah meliputi kerangka proses terintegrasi dan pemetaan klaster bibliometrik, memperkaya Sustainable HRM berbasis maqasid syariah; praktisnya, blueprint aplikatif tingkatkan retensi bisnis syariah Indonesia.^5(Salsabilah et al., 2024) Kesimpulan menegaskan IHRM sebagai paradigma transformatif untuk keseimbangan dunia-akhirat di manajemen bisnis, dengan implikasi global bagi ekonomi syariah 6-8% tahunan. Saran penelitian lanjutan: mixed-methods SEM-PLS longitudinal pada fintech syariah dan cross-cultural fsQCA.^6(Musyaffa & Jaharuddin, 2024).


