MAKNA KONOTATIF PADA KORAN JAWA POS EDISI OKTOBER 2025 FLASHMOB RIBUAN MOTIF BATIK NUSANTARA MASUK REKOR MURI
Kata Kunci:
Makna Konotatif, Semantik, Wacana Media, Batik Nusantara, Identitas BudayaAbstrak
Penelitian ini mengkaji makna konotatif dalam pemberitaan koran Jawa Pos edisi Oktober 2025 tentang flashmob batik nusantara yang diikuti 15 ribu penari dan mencatat rekor MURI. Dengan menggunakan pendekatan semantik oleh Abdul Chaer, analisis menyoroti bagaimana diksi-diksi seperti “flashmob”, “motif batik nusantara”, dan “rekor MURI” tidak hanya menyampaikan makna denotatif literal (gerakan massal, batik sebagai warisan budaya, prestasi), tetapi juga memunculkan nilai-rasa (konotasi) yang positif seperti kebanggaan nasional, identitas kolektif, dan validasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis wacana berita, mengeksplorasi makna konotatif dari segi simbolik dan ideologis. Temuan menunjukkan bahwa pemberitaan tersebut membangun citra Magelang sebagai sentra budaya batik dan memperkuat kesadaran identitas nusantara melalui nilai konotatif yang diasosiasikan dengan prestise dan solidaritas sosial. Kerangka teori dalam penelitian ini mengacu pada Abdul Chaer (Pengantar Semantik), yang menyatakan bahwa makna konotatif adalah makna tambahan yang muncul dari nilai-rasa (positif atau negatif) yang melekat pada kata, sekaligus sebagai perluasan dari makna denotatif. Lebih jauh, penelitian ini juga mendukung temuan dari jurnal-jurnal sebelumnya: misalnya, Indah Sari, Khairiyah Putri & Fatmawati (2025) dalam BLAZE menganalisis makna konotatif dalam lirik lagu “Mangu” Fourtwnty, dan menemukan bagaimana kata-kata membawa “nilai rasa” konotatif yang mencerminkan emosi dan perspektif budaya. Selain itu, penelitian semiotik seperti yang dilakukan oleh Erin Bella Andini & Aceng Ruhendi Saifullah (SEMANTIKS) menyoroti konotasi dalam simbol logo, menunjukkan bagaimana tanda budaya (logo) menyiratkan ideologi tertentu melalui makna konotatif. Hasil kajian ini penting untuk memahami bagaimana media massa tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membangun makna budaya dan ideologis melalui konotasi, yang dapat memperkuat identitas komunitas dan nilai-nilai kolektif.
