DAMPAK PENERAPAN CARING LEADERSHIP TERHADAP PENURUNAN STRES PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP
Kata Kunci:
Caring Leaderhip, Stres Perawat, Unit Rawat InapAbstrak
Pendahuluan : caring leadership adalah model kepemimpinan yang menekankan perhatian terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan emosional perawat. Penerapan model ini berpotensi untuk mengurangi tingkat stres perawat di unit rawat inap, yang seringkali mengalami tekanan kerja tinggi, tuntutan dari pasien dan keluarga, serta konflik dalam tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak caring leadership terhadap penurunan stres perawat di unit rawat inap berdasarkan kajian literatur terbaru. Metode : kajian ini dilakukan dengan pendekatan sistematis, mencari artikel-artikel ilmiah dari database seperti PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan meliputi "Caring Leadership", "Stres Perawat", "Unit Rawat Inap", “Leadership Styles in Nursing”, “Workplace Stress in Nursing", “burnout” dan "Nurse Well- being” . Kriteria inklusi mencakup artikel yang diterbitkan antara tahun 2020-2024 dan meneliti hubungan antara kepemimpinan dan stres kerja perawat. Analisis artikel dilakukan menggunakan metode tematik. Hasil: dari 11 artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa caring leadership secara signifikan dapat menurunkan stres kerja perawat, meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan, dan memperkuat perilaku peduli (caring behavior) terhadap pasien. Model kepemimpinan ini juga efektif dalam mengurangi risiko burnout dan niat untuk berhenti bekerja. Diskusi : caring leadership memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif, di mana perawat merasa dihargai dan mendapatkan dukungan. Dampak lainnya termasuk peningkatan kualitas hidup dan kerja sama tim. Pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tinggi serta dukungan tim mampu mengurangi kehadiran kerja yang kurang produktif (presenteeism) dan meningkatkan motivasi kerja. Kesimpulan: caring leadership merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi stres perawat di unit rawat inap. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memperhatikan kesejahteraan perawat, model ini tidak hanya meningkatkan kondisi mental dan fisik perawat, tetapi juga berdampak positif pada kualitas layanan keperawatan.


