FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK KELAS IV DI SD NEGRI BALIN DESA SP 1 LOKA JAYA TAHUN 2025
Kata Kunci:
Karies Gigi, Pengetahuan, Menyikat Gigi, KariogenikAbstrak
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami anak usia sekolah dasar dan berdampak pada kualitas hidup mereka. Prevalensi karies di Indonesia masih tinggi, khususnya di daerah pedesaan, dipengaruhi oleh perilaku, pengetahuan, dukungan keluarga, serta akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada siswa kelas IV SD Negeri Balin Desa SP 1 Loka Jaya Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel 52 siswa ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi- Square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kebersihan gigi dengan kejadian karies (p=0,000), perilaku menyikat gigi (p=0,000), konsumsi makanan kariogenik (p=0,000), dukungan orang tua (p=0,000), serta pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi (p=0,000). Hal ini membuktikan bahwa kelima variabel secara parsial maupun simultan berkontribusi terhadap tingginya angka karies pada anak. Kesimpulan, kejadian karies gigi anak sekolah dasar dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, perilaku menyikat gigi yang kurang baik, konsumsi makanan kariogenik, kurangnya dukungan orang tua, serta minimnya pemanfaatan pelayanan kesehatan. Saran, sekolah diharapkan memperkuat program UKGS melalui edukasi dan praktik menyikat gigi bersama, orang tua perlu lebih aktif membimbing dan mengawasi anak, serta tenaga kesehatan meningkatkan frekuensi penyuluhan dan pemeriksaan gigi berkala


