MENINGKATKAN FITOREMEDIASI TANAH MENGGUNAKAN TANAMAN PISANG (MUSA SPP.)
Kata Kunci:
Fitoremediasi, Musa Spp, Logam Berat, BiocharAbstrak
Pencemaran tanah oleh logam berat merupakan masalah lingkungan global yang semakin serius akibat aktivitas industri, pertambangan, dan pertanian intensif. Fitoremediasi hadir sebagai teknologi ramah lingkungan dan ekonomis untuk mengatasi kontaminasi tersebut. Tanaman pisang (Musa spp.) menunjukkan potensi luar biasa sebagai agen fitoremediasi karena kemampuannya mengakumulasi logam berat serta biomassa yang melimpah. Literatur review ini menyintesis berbagai penelitian mengenai strategi peningkatan kemampuan fitoremediasi tanaman pisang. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pengaturan spektrum cahaya putih pada kultur tunas pisang dapat meningkatkan biomassa hingga 1,5 kali lipat tanpa mengurangi kapasitas remediasi tembaga (Kok & Irawati, 2020). Selain itu, pemanfaatan limbah pisang sebagai bio-adsorben terbukti sangat efektif, dengan kulit pisang mampu mereduksi konsentrasi kromium hingga 98,93% (Kaniyappan, Rathinasamy, & Manivanan, 2022), serta biochar dari batang pisang efektif mengadsorpsi logam Pb, Cd, Cu, dan Mn melalui mekanisme pertukaran ion dan kompleksasi permukaan (Chen dkk., 2025). Review ini menyimpulkan bahwa optimalisasi fitoremediasi menggunakan tanaman pisang dapat dicapai melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan rekayasa kondisi tumbuh dan pemanfaatan limbah pisang sebagai pembenah tanah.


