TAFSIR IBN JARĪR AL-ṬABARĪ TERHADAP KATA AL-DĪN

Penulis

  • Teuku Muhammad Fauzan Robbani Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Ibn Jarīr al-Ṭabarī, Tafsir Jāmi‘ al-Bayān, Al-Dīn, Semantik Al-Qur’an, Tafsir Klasik

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penafsiran Ibn Jarīr al-Ṭabarī terhadap term al-dīn dalam kitab Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Sebagai tokoh sentral dalam tafsir klasik, al-Ṭabarī dikenal dengan kecenderungannya pada aspek kebahasaan dan riwayat (ma’thūr). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa al-Ṭabarī memaknai kata al-dīn secara kontekstual, yang secara garis besar diklasifikasikan ke dalam tiga makna utama: balasan atas amal perbuatan (al-jazā’ wa al-hisāb), ketaatan dan ketundukan (al-ṭā‘ah wa al-khuḍū‘), serta agama atau syariat (al-millah wa al-sharī‘ah). Dalam proses penafsirannya, al-Ṭabarī secara konsisten menggunakan perangkat linguistik (filologi) dan syair-syair Arab klasik untuk memperkuat argumentasi maknanya, sembari tetap berpijak pada riwayat dari para sahabat dan tabi’in. Signifikansi penelitian ini terletak pada pemahaman mendalam mengenai bagaimana terminologi agama dipahami pada masa formatif tafsir Islam, yang menegaskan bahwa al-dīn bukan sekadar label teologis, melainkan mencakup totalitas hubungan antara hamba dan Tuhannya dalam aspek hukum maupun spiritual.

Diterbitkan

2026-04-21