PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BERBASIS HIKMAT SEJATI: IMPLEMENTASI NILAI TAKUT AKAN TUHAN DALAM MEMBANGUN KELUARGA, GEREJA, DAN MASYARAKAT YANG BERINTEGRITAS

Penulis

  • Agus Palentina Simanjuntak University Of HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Bangun,Bangun University Of HKBP Nommensen Medan Penulis

Kata Kunci:

Takut Akan Tuhan, Hikmat Sejati, Pendidikan Agama Kristen, Pembentukan Karakte Kristen, Pembangunan Gereja Dan Masyarakat Berintegritas

Abstrak

Konsep "takut akan Tuhan" telah lama dipahami sebagai landasan kebijaksanaan dalam tradisi Alkitab, terutama yang tercantum dalam Amsal 1:7. Namun, penelaahan yang mendalam mengenai relevansi praktisnya dalam konteks gereja, masyarakat, dan keluarga masa kini masih belum banyak dilakukan secara teologis dan integratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna teologis dari konsep "takut akan Tuhan" dan mengevaluasi pentingnya sebagai dasar bagi pembentukan karakter, etika, dan spiritualitas Kristen dalam menghadapi tantangan di era modern seperti sekularisme, relativisme moral, dan krisis nilai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbasis pada studi pustaka, dengan analisis lintas disiplin yang melibatkan teologi, filsafat, dan sosiologi, serta eksposisi dari teks Amsal 1:7 dan literatur teologis yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa "takut akan Tuhan" bukan sekedar perasaan takut yang bersifat emosional, melainkan sebuah sikap hormat, ketaatan, dan kekaguman terhadap Allah yang membentuk landasan bagi kebijaksanaan, tanggung jawab moral, dan integritas. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya integrasi nilai takut akan Tuhan dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai fondasi pembelajaran hikmat sejati. Implementasi nilai ini dalam proses pendidikan Kristen diharapkan dapat memperkuat peran keluarga sebagai tempat pertama pendidikan iman, menjadikan gereja sebagai komunitas pembentukan karakter rohani yang sehat, dan mendorong masyarakat menuju tatanan sosial yang adil dan berintegritas.Nilai ini berperan sebagai pelindung terhadap krisis spiritual dan sebagai dasar pendidikan karakter di dalam keluarga, gereja, dan masyarakat umum. Dampaknya, penelitian ini menegaskan bahwa "takut akan Tuhan" tetap penting dan harus diintegrasikan dalam pendidikan Kristen, pengembangan jemaat, dan kebijakan sosial untuk menciptakan individu yang bijaksana, etis, dan setia pada nilai-nilai iman di zaman modern.

Diterbitkan

2025-07-21