DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP MANAJEMEN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL-MUTATHOHHIRIN DI KOTA PALOPO
Kata Kunci:
Manajemen TPA , Dukungan PemerintahAbstrak
Skripsi ini membahas tentang dukungan pemerintah terhadap manajemen taman pendidikan al-Qur’an (TPA) Al-Mutathohhirin di kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen TPA Al-Mutathohhirin di kota Palopo dan bentuk dukngan pemerintah terhadap pengelolaan lembaga tersbeut serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data yang diperoleh melalui teknik wawancara observasi, dokumentasi dan dokumentasi kemudian di analisis dengan teknik analisis data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Manajemen Taman Pendidikan al-Qur’an (TPA) Al-Mutathohhirin telah berjalan sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Dalam perencanaan TPA Al-Mutathohhirin terkoordinasi dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak al-Qur’an (LPPTKA) dan Badan Komunitas Pemudah Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dalam menyusun visi misi kurikulum dan pembelajaran. Adapun pelaksanaan dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas iqra’ dan kelas tadarrus sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sedangkan pengorganisasian dilaksanakan dengan musyawarah bersama dengan pihak-pihak yang terkait, hasil musyawarah tersebut dikumpulkan menjadi satu untuk mengasilkan stuktur organisasi yang sesuai dengan tujuan TPA, serta evaluasi di laksanakan setiap sebulan sekali untuk memastikan pembelajaran sesuai dengan tujuan. Adapun dukungan dari pemerintah seperti kementrian agama berupa bantuan sarana sedangkan dari KESRA berupa bantuan finansial meski masih terbatas, selain itu, lembaga sosial seperti Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan One day one Juz (ODOTS) berupa bantuan sarana, pelatihan guru ngaji yang diadakan oleh BKPRMI dan LPPTKA.TPA Al-Mutathohhirin juga menghadapi beberapa tantangan seperti kurangnya dana operasional, minimnya perhatian pengurus masjid, kekurangan tenaga pendidik, serta rendahnya partisipasi orang tua dan kesulitan santri memahami pembelajaran Taman Pendidikan al- Qur’an


