EPISTEMOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PESANTREN: ANALISIS SISTEM KEILMUAN, VALIDASI PENGETAHUAN, DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN MODERN
Kata Kunci:
Epistemologi Pesantren, Pembelajaran Bahasa Arab, Sanad Keilmuan, Adab Belajar, Pendidikan IslamAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi pembelajaran bahasa Arab di pesantren sebagai sebuah sistem keilmuan yang utuh dan berkelanjutan. Kajian ini tidak hanya memandang pembelajaran bahasa Arab sebagai praktik pedagogis, tetapi sebagai proses pembentukan nalar keilmuan santri yang berakar pada tradisi intelektual Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap literatur ilmiah yang relevan mengenai pesantren, epistemologi Islam, dan pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di pesantren dibangun atas fondasi kitab turats sebagai sumber utama pengetahuan, mekanisme transmisi ilmu melalui metode talaqqi, sorogan, dan bandongan, serta sistem validasi pengetahuan yang menekankan sanad keilmuan dan adab belajar sebagai prasyarat sahnya ilmu. Selain itu, pesantren menunjukkan kemampuan adaptif dalam merespons modernisasi pendidikan melalui pengembangan kurikulum, metode, dan media pembelajaran modern tanpa menggeser identitas epistemologisnya. Temuan ini menegaskan bahwa epistemologi pesantren memiliki relevansi strategis dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab kontemporer karena mampu menghasilkan santri yang tidak hanya cakap secara linguistik, tetapi juga memiliki orientasi keilmuan, etika belajar, dan kesadaran moral yang kuat


