ANALISIS EPISTEMOLOGI PENGETAHUAN INDIVIDU DISABILITAS TUNAGRAHITA: PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU LOOKER STUDIO

Penulis

  • Alvin Tubagus Cahya Nugraha UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Rohanda Rohanda UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Abdul Kodir UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

Epistemologi, Filsafat Ilmu, Tunagrahita

Abstrak

Pemerolehan pengetahuan bagi manusia dimulai dari seorang bayi lahir ke dunia, yang awalnya ia memperoleh ilmu pengetahuan melalui panca indra, kemudian dengan beranjaknya usia ia memperoleh pengetahuan melalui akal pikirannya. Anak tunagrahita adalah seorang anak yang memiliki hambatan dalam segi mental dan intelektual sehingga berdampak pada pengetahuan kognitifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pemerolehan pengetahuan bagi anak tunagrahita. Studi ini menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan (library research), dengan sumber dari buku pendidikan luar biasa, jurnal ilmiah dan literatur filsafat. Data dikumpulkan secara purposive dan dianalisis secara induktif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemerolehan ilmu pengetahuan bagi anak tunagrahita terbagi menjadi tiga tipe. Anak tunagrahita dengan tipe ringan mampu memperoleh pengetahuan dengan rasio (akal), empirik (indrawi), dan intuisi, sementara anak tunagrahita sedang hanya mampu memperoleh pengetahuan secara empirik (indrawi), dan tunagrahita yang berat hanya terbatas pada intuisi.

Diterbitkan

2026-01-21