EPISTIMOLOGI PEMBELAJARAN KARAKTER BAGI REMAJA DI USIA PUBER DALAM PERSPEKTIF KAJIAN FILSAFAT ILMU

Penulis

  • Ahmad Sururi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

Karakter, Remaja, Filsafat Pendidikan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji landasan epistemologis pembelajaran karakter yang dirancang khusus untuk remaja dalam fase pubertas, menggunakan perspektif filsafat ilmu. Masa pubertas merupakan periode kritis perkembangan psikologis, moral, dan sosial, sehingga memerlukan pendekatan pendidikan karakter yang tepat sasaran. Penelitian ini membahas tentang pentingnya landasan epistemologis dalam pembelajaran karakter bagi remaja di fase pubertas. Penelitian ini menggunakan perspektif filsafat ilmu untuk memahami bagaimana pengetahuan karakter dapat diperoleh dan dibentuk. Pengetahuan karakter tidak hanya berasal dari pengetahuan teoretis, tetapi juga dari pengalaman nyata dan refleksi etis. Metode pembelajaran yang relevan adalah dialog, penalaran kritis, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Metode pembelajaran yang relevan secara epistemologis menekankan pada dialog, penalaran kritis, dan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Remaja didorong untuk tidak hanya menerima nilai secara pasif, tetapi secara aktif mempertanyakan, mengevaluasi bukti, dan mengambil keputusan etis secara mandiri. Pembelajaran karakter harus holistik, melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan pembelajaran karakter adalah membentuk remaja yang memiliki integritas moral, mampu berpikir kritis, reflektif, dan menjadi manusia seutuhnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kerangka konseptual yang kuat untuk memahami pentingnya landasan epistemologis dalam pembelajaran karakter bagi remaja di fase pubertas.. Validitas pengetahuan karakter dinilai dari konsistensi perilaku dan kemampuan remaja dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pemahaman kognitif. Secara keseluruhan, perspektif filsafat ilmu memberikan kerangka konseptual yang kuat bahwa pembelajaran karakter di usia pubertas harus holistik, melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Validitas pengetahuan karakter dinilai dari konsistensi perilaku dan kemampuan remaja dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk remaja yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki integritas moral, mampu berpikir kritis, reflektif, dan menjadi manusia seutuhnya (insan kamil).

Diterbitkan

2026-01-21