REVITALISASI PENDIDIKAN ISLAM : KONSEP FITRAH DAN HANIF SEBAGAI LANDASAN FILOSOFIS DAN PRAKTIS

Penulis

  • Muhammad Qusairi UIN Antasari Banjarma Penulis
  • Tarwilah UIN Antasari Banjarma Penulis
  • Suraijiah UIN Antasari Banjarma Penulis

Kata Kunci:

Fitrah, Hanif, Pendidikan Islam, Filsafat Pendidikan, Karakter

Abstrak

Pendidikan Islam modern menghadapi tantangan disorientasi akibat arus sekularisme dan disrupsi digital, yang sering kali mereduksi pendidikan menjadi sekadar transfer pengetahuan kognitif semata. Artikel ini bertujuan untuk merevitalisasi landasan filosofis pendidikan Islam melalui rekonstruksi konsep antropologis fitrah (potensi bawaan) dan hanif (konsistensi tauhid). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data bersumber dari analisis eksegesis terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis, serta sintesis pemikiran tokoh pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitrah adalah potensi ilahiah, intelektual, dan moral yang suci sejak lahir, sedangkan hanif adalah aktualisasi sikap lurus yang konsisten memegang kebenaran di tengah penyimpangan zaman. Temuan ini mematahkan teori Tabula Rasa dan Nativisme Barat. Implikasi praktisnya menuntut transformasi sistem pendidikan Islam, meliputi: (1) Kurikulum integratif yang menyeimbangkan lifeskills duniawi dan kesadaran ukhrawi; (2) Metodologi humanis berbasis bermain dan bercerita; (3) Penguatan peran guru sebagai murabbi dan penjaga moral di era digital; serta (4) Sinergitas tri pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat). Kesimpulannya, pendidikan Islam sejatinya adalah proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) untuk menjaga fitrah agar tumbuh menjadi pribadi yang hanif, demi terwujudnya insan kamil yang berintegritas.

Diterbitkan

2026-01-21