THE ROLE OF COGNITIVE LOAD IN PRAGMATIC INTERPRETATION

Penulis

  • Muhammad Natsir Universitas Negeri Medan Penulis
  • Dea Tia Elasa Sihite Universitas Negeri Medan Penulis
  • Mernawaty Pardosi Universitas Negeri Medan Penulis
  • Grace Yolanda Panjaitan Universitas Negeri Medan Penulis
  • Hijryah Lativa Sihombing Universitas Negeri Medan Penulis

Kata Kunci:

Beban Kognitif, Interpretasi Pragmatis, IPA, Implikatur, Pembelajaran Bahasa

Abstrak

Dalam konteks pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan menuntut secara kognitif, kemampuan untuk memahami makna tersirat dalam komunikasi akademik telah menjadi kompetensi penting, khususnya dalam studi pragmatik. Meskipun semakin banyak penelitian eksperimental yang meneliti beban kognitif dalam pemrosesan pragmatik, sebagian besar studi ini masih berbasis laboratorium dan terutama berfokus pada pengukuran kinerja. Pemahaman tentang bagaimana peserta didik sendiri mengalami dan menafsirkan beban kognitif berlebih selama interaksi akademik secara langsung masih terbatas. Dimensi subjektif, terwujud, dan emosional dari pemrosesan pragmatik di bawah tekanan kognitif juga kurang dieksplorasi. Kesenjangan ini bahkan lebih jelas dalam konteks akademik multibahasa, di mana tuntutan linguistik, budaya, dan kognitif saling beririsan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana beban kognitif dialami dan ditafsirkan oleh mahasiswa selama interpretasi pragmatik dalam lingkungan akademik multibahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA) yang melibatkan sepuluh mahasiswa dari program studi bahasa yang telah menyelesaikan mata kuliah Semantik dan Pragmatik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Temuan ini mengungkapkan tiga tema utama: (1) pengalaman kelebihan beban sebagai sensasi mental yang membatasi inferensi spontan, (2) pengembangan strategi adaptif seperti penyederhanaan makna dan ketergantungan pada isyarat sosial, dan (3) munculnya dimensi emosional, termasuk keraguan dan kecemasan yang terkait dengan identitas akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa interpretasi pragmatis bukan hanya proses inferensial, tetapi lebih merupakan praktik sosio-kognitif yang dinegosiasikan dalam kondisi tekanan mental dan norma kelas. Studi ini berkontribusi pada integrasi Teori Beban Kognitif, Teori Relevansi, dan pendekatan fenomenologis dalam penelitian pragmatik, sekaligus menawarkan implikasi pedagogis untuk merancang pengajaran yang lebih peka terhadap ritme kognitif siswa. 

Diterbitkan

2026-04-21