REPRESENTATION OF EMOTIONAL EXPERIENCE THROUGH CONCEPTUAL METAPHORS IN MITSKI LAYCOCK’S SONG LYRICS: A QUALITATIVE ANALYSIS BASED ON CONCEPTUAL METAPHOR THEORY
Kata Kunci:
Metafora, Analisis Semantik, Teori Metafora Konseptual, Lirik Lagu, Penelitian KualitatifAbstrak
Dalam budaya digital kontemporer, lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik tetapi juga sebagai media di mana pengalaman emosional yang kompleks diartikulasikan dan dinegosiasikan secara sosial. Meningkatnya konsumsi musik melalui platform digital telah mengintensifkan keterlibatan interpretatif dengan konten lirik, khususnya dalam karya-karya yang dicirikan oleh kepadatan metafora. Studi ini bertujuan untuk meneliti representasi pengalaman emosional melalui metafora konseptual dalam lagu-lagu pilihan karya Mitski, dengan fokus pada bagaimana emosi abstrak seperti cinta, kehilangan, kerentanan, dan kecemasan relasional dikonstruksi secara linguistik. Dengan menggunakan desain analisis tekstual kualitatif yang berlandaskan Teori Metafora Konseptual, penelitian ini menganalisis lima lagu sebagai data primer melalui analisis dokumen sistematis. Data tersebut terdiri dari ekspresi metafora yang diidentifikasi dalam lirik, yang dikategorikan dan diinterpretasikan menggunakan pemetaan konseptual antara domain sumber dan target. Analisis tersebut mengungkapkan pola metafora dominan seperti CINTA ADALAH KEPEMILIKAN, CINTA ADALAH MESIN, CINTA ADALAH PERJUDIAN, HUBUNGAN ADALAH LOKASI, dan HIDUP ADALAH PERJALANAN. Pola-pola ini menunjukkan bahwa pengalaman emosional secara konsisten dibingkai melalui domain konkret termasuk objek, ruang, gerakan, dan risiko. Temuan menunjukkan bahwa metafora beroperasi sebagai struktur kognitif yang membentuk bagaimana emosi dikonseptualisasikan, bukan sekadar memperindah bahasa. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan memperkuat penerapan Teori Metafora Konseptual dalam wacana musik populer dan secara praktis dengan memperkaya diskusi interdisipliner dalam linguistik, studi budaya, dan representasi emosional dalam media kontemporer.


