SEMANTIC-PRAGMATICS OF POLITENESS EXPRESSIONS IN FORMAL AND INFORMAL CHAT MEDIA
Kata Kunci:
Pragmatik Semantik, Kesopanan Digital, Obrolan Media, Negosiasi Muka, Komunikasi Formal-InformalAbstrak
Perkembangan media komunikasi digital telah mengubah cara individu menegosiasikan kesopanan dalam interaksi sosial, baik dalam konteks formal maupun informal, sehingga menciptakan kebutuhan untuk memahami makna, pengalaman, dan strategi pragmatis yang digunakan oleh pengguna. Fenomena ini sangat relevan dalam konteks pendidikan dan profesional, di mana pesan singkat melalui aplikasi obrolan berfungsi sebagai sarana utama untuk menyampaikan permintaan, kritik, dan interaksi sehari-hari, dengan risiko ambiguitas makna dan ketegangan sosial yang melekat. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pengguna dalam menafsirkan dan menerapkan ekspresi kesopanan digital melalui pendekatan fenomenologis kualitatif, dengan fokus pada makna sosio-pragmatis yang muncul dalam interaksi sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen digital dari 15–20 partisipan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pekerja profesional yang aktif menggunakan media obrolan, dan kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna dan strategi komunikasi. Temuan utama menunjukkan tiga tema: strategi mitigasi dan negosiasi muka, adaptasi kesopanan dalam konteks formal dan informal, dan ambiguitas makna yang menghasilkan refleksi sosial dan pengalaman emosional di antara para partisipan. Studi ini memperkaya pemahaman teoritis tentang pragmatik semantik, teori kesopanan, dan pragmatik siber dengan menekankan dimensi pengalaman subjektif dan konteks digital. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan untuk pengembangan literasi digital, pedoman komunikasi sopan di lingkungan pendidikan dan profesional, dan membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut tentang identitas, budaya, dan dinamika interaksi sosial dalam komunikasi digital.


