PERSEPSI PUBLIK PADA FENOMENA CANCEL CULTURE FILM A BUSSINES PROPOSAL DI MEDIA SOSIAL X
Kata Kunci:
Cancel Culture, Media Sosial, Opini Publik, A Business Proposal, Analisis Wacana KritisAbstrak
Dalam era digital yang semakin berkembang, fenomena cancel culture kian marak seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Masyarakat kini memiliki kekuatan baru untuk membentuk opini publik dan mengekspresikan ketidaksetujuan secara kolektif, terutama terhadap figur publik yang dinilai melanggar norma sosial atau moral. Penelitian ini berfokus pada bagaimana cancel culture muncul dan berkembang dalam konteks drama Korea A Business Proposal di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), serta dampaknya terhadap persepsi dan perilaku konsumsi publik terhadap karya hiburan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan metode netnografi untuk menelusuri percakapan dan interaksi digital yang terjadi di media sosial, serta menganalisisnya melalui kerangka analisis wacana kritis dari Teun A. van Dijk meliputi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data utama diperoleh dari cuitan, komentar, serta penggunaan tagar terkait, dan diperkuat oleh sumber-sumber sekunder seperti artikel berita daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi cancel culture terbentuk melalui bahasa yang sarat muatan emosional, penilaian moral, dan norma sosial yang berlaku. Netizen berperan aktif dalam menciptakan opini bersama yang akhirnya memengaruhi sikap publik baik dalam mendukung, menolak, maupun memboikot suatu karya. Fenomena ini berdampak nyata terhadap citra pelaku industri hiburan dan potensi keberlanjutan karya tersebut di pasar. Studi ini tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis mengenai dinamika budaya digital dan komunikasi massa, tetapi juga memberikan wawasan praktis bagi para pelaku industri hiburan untuk lebih responsif dalam menghadapi dinamika opini publik di ruang digital yang cepat berubah dan penuh tekanan moral.


