KRITIK TERHADAP PERDEBATAN PARA TEOLOG DI MEDIA SOSIAL MELALUI ANALISIS TEOLOGIS GALATIA 2:11-14, 1 KORINTUS 3:1-9
Kata Kunci:
Kritik Perdebatan Teolog, Media Sosial Dan Teologi, Analisis Galatia 2:11-14; 1.Kor. 3:1-9Abstrak
Dalam Surat Galatia 2:11-14; & 1 Kor. 3:6-9 dinyatakan bahwa semua peran dalam pelayanan memiliki peran, dan kita semua bisa menjadi kawan sekerja Allah. Hal ini dapat menjadi beberapa solusi yang dapat diberikan untuk menyikapi perdebatan teologis di media sosial, yaitu; permasalahan di atas, beberapa akademisi memberikan tanggapan melalui kajian ilmiah dari berbagai perspektif, melihat bahwa sebuah konflik dapat muncul dikarenakan adanya perbedaan latar belakang kehidupan seseorang yang berdampak kepada pola pikir mereka. Konflik tidak terluputkan dari ruang lingkup gereja. Melalui penelitiannya, artikel mereka menemukan cara mengatasinya melalui pendisiplinan gereja demi menjaga kesucian dan adanya sebuah spiritualitas pengampunan dalam menyelesaikan masalahnya. Metode penelitian Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Langkah awal yang dilakukan adalah menemukan masalah riset dengan mencari fenomena-fenomena di media sosial yang terkait dengan perdebatan para hamba Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis fenomenologis dan kritik terhadap teks Galatia 2:11-14. dan 1. kor.3:1-9), Berdasarkan permasalahan yang ditemui di media sosial dan diperkuat dengan landasan teks Alkitab, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan tetapi bagaimana seseorang memimpin dan mampu memposisikan diri ketika ditegur oleh orang lain. Sudah selayaknya seorang pemimpin ditegur, bukan untuk merendahkan tetapi untuk memulihkan


