ANALYSIS OF THE HATUHAHA REGIONAL LANGUAGE OF HULALIU IN TRADITIONAL MARRIAGE CUSTOMS (PAMOI)
Kata Kunci:
Bahasa Daerah Hatuhaha, Tradisi Pernikahan Adat Pamoi, Nilai Adat Dan Identitas BudayaAbstrak
Tradisi pernikahan adat Pamoi di Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Hatuhaha yang masih lestari hingga saat ini. Salah satu unsur penting dalam tradisi ini adalah penggunaan bahasa daerah Hatuhaha yang memiliki nilai simbolis dan fungsi sosial-budaya yang kuat. Bahasa digunakan dalam berbagai tahap prosesi adat, seperti penyampaian undangan, doa adat, sambutan, hingga jamuan makan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa daerah Hatuhaha dalam tradisi pernikahan Pamoi serta mengungkapkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap praktik budaya masyarakat Hulaliu melalui observasi partisipatif, wawancara dengan tokoh adat, serta dokumentasi proses pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah Hatuhaha dalam tradisi Pamoi tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, sarana pelestarian nilai adat, dan wujud penghormatan terhadap leluhur. Bahasa digunakan secara khusus, penuh makna, dan berbeda dari bahasa sehari-hari, menandakan bahwa prosesi ini bersifat sakral dan tidak bisa dipisahkan dari struktur adat Hatuhaha. Selain itu, ditemukan bahwa nilai-nilai seperti kekeluargaan, gotong royong, spiritualitas, kesetiaan, dan tanggung jawab sosial tercermin kuat melalui penggunaan bahasa dalam prosesi tersebut. Dengan demikian, bahasa daerah Hatuhaha dalam tradisi Pamoi memiliki peran sentral dalam menjaga kontinuitas budaya dan memperkuat identitas masyarakat Negeri Hulaliu.


