WACANA PERUNDUNGAN TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM IMPERFECT: ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF FEMINISME
Kata Kunci:
Wacana Kritis, Perseptif Feminisme, Fim Im PerfectAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wacana perundungan tubuh perempuan dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019) karya Ernest Prakasa dengan menggunakan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk yang dipadukan dengan perspektif feminisme, konsep male gaze, dan Objectification Theory. Data penelitian berupa dialog, interaksi antartokoh, serta representasi visual tubuh perempuan yang mengandung praktik body shaming. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan observasi teks film dengan menonton secara berulang, mencatat adegan relevan, dan menyalin dialog penting, kemudian dianalisis melalui tiga dimensi: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect merepresentasikan tubuh perempuan sebagai objek penilaian sosial yang tunduk pada standar kecantikan hegemonik—kulit putih, tubuh langsing, dan penampilan “sempurna”. Bahasa dan visual film menegaskan internalisasi patriarki, male gaze, serta objektifikasi tubuh perempuan yang berimplikasi pada rasa malu, ketidakamanan, dan subordinasi perempuan. Namun demikian, film ini sekaligus menghadirkan ruang resistensi melalui proses penerimaan diri tokoh utama yang menggugat standar kecantikan sempit dan mengajak penonton mengembangkan cara pandang yang lebih kritis, inklusif, dan humanis terhadap tubuh perempuan.


