SEKELUMIT FENOMENA KEAGAMAAN UMAT ISLAM

Penulis

  • Nasron HK Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Oci Anggraini Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Neli Julita Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Vania Salsabila Faraghita Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Imelda herdianti Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Ersa Enzelita Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Karini Pebrianti Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Riani Kusuma Fitri Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Narzihatman Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis

Kata Kunci:

Fenomena Beragama, Shalat Berjamaah, Pengalaman Religius

Abstrak

Penelitian ini membahas dinamika keberagamaan umat Islam dengan fokus pada tingkat partisipasi jamaah perempuan dalam shalat Subuh dan Maghrib di sejumlah masjid di Kota Bengkulu dan Lubuklinggau. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kehadiran jamaah perempuan tergolong rendah, berkisar 4–8 orang setiap waktu shalat, dan didominasi oleh perempuan lanjut usia. Motivasi jamaah yang hadir terutama didorong oleh pencarian ketenangan batin, keinginan memperbanyak amal, serta pengalaman religius personal. Penelitian ini juga mengungkap fenomena lain terkait keyakinan keagamaan umat Islam di Indonesia. Meskipun 87 persen penduduk Indonesia memeluk agama Islam, sebagian besar menjadi Muslim bukan berdasarkan proses keyakinan yang tumbuh dari pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an maupun tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta. Hal ini ditemukan dari pengakuan beberapa responden yang menyatakan bahwa keislaman mereka terutama diwariskan oleh orang tua dan lingkungan sekitar. Namun, sebagian lain justru mengalami proses penguatan iman pada usia yang lebih dewasa sebagai buah dari pengalaman hidup dan pertolongan Allah. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika keberagamaan umat Islam tidak hanya dipengaruhi oleh ajaran agama, tetapi juga oleh konstruksi sosial, budaya, pengalaman hidup, dan tingkat literasi keagamaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan dan program keagamaan yang lebih inklusif dan relevan untuk memperkuat kualitas keberagamaan masyarakat Muslim lintas generasi.

Diterbitkan

2025-12-21