REVITALISASI TURĀTH KLASIK DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI ABAD 21: ARAH BARU KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MELAYU KONTEMPORER
Kata Kunci:
Turāth Klasik, Pendidikan Islam Melayu, Kurikulum, Kompetensi Abad Ke-21, Revitalisasi Pendidikan IslamAbstrak
pendidikan Islam Melayu kontemporer dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam sekaligus merespons tuntutan kompetensi abad ke-21. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah revitalisasi turāth klasik sebagai sumber nilai, epistemologi, dan inspirasi pedagogis dalam pengembangan kurikulum. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep turāth klasik dalam tradisi pendidikan Islam Melayu, mengidentifikasi nilai-nilai turāth yang relevan dengan kompetensi abad ke-21, serta mengkaji bentuk revitalisasi turāth klasik dalam kurikulum pendidikan Islam Melayu kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) terhadap berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen historis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa turāth klasik tidak hanya berfungsi sebagai warisan keilmuan masa lalu, tetapi juga mengandung nilai adab, etika keilmuan, spiritualitas, dan penalaran sistematis yang relevan dengan pengembangan kompetensi berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta pengelolaan diri peserta didik. Revitalisasi turāth klasik dalam kurikulum pendidikan Islam Melayu dapat dilakukan melalui integrasi nilai adab dalam tujuan kurikulum, pengembangan materi ajar yang kontekstual, adaptasi metode pembelajaran klasik ke pedagogi modern, serta penguatan identitas Islam Melayu. Dengan demikian, revitalisasi turāth klasik menjadi strategi penting dalam membangun kurikulum pendidikan Islam Melayu yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan di era abad ke-21.


