PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ASETON DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH MENCIT (Mus musculus) JANTAN
Kata Kunci:
Diabetes, Ekstrak, Mencit, Metabolit Sekunder, Sirih CinaAbstrak
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu pendekatan dalam penanganannya adalah pemanfaatan tanaman obat, seperti daun sirih cina (Peperomia pellucida), yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak aseton daun sirih cina dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan (Mus musculus). Selain itu, dilakukan pula uji fitokimia untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder serta analisis kadar fenolik total sebagai indikator aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan dengan pemberian ekstrak pada tiga kelompok dosis: 70 mg/kg BB (P1), 150 mg/kg BB (P2), dan 250 mg/kg BB (P3). Hasil menunjukkan bahwa dosis 150 mg/kg BB (P2) menghasilkan penurunan kadar gula darah paling signifikan sebesar 53,3%. Dosis 70 mg/kg BB (P1) menurunkan sebesar 29,6%, sedangkan dosis 250 mg/kg BB (P3) memberikan penurunan sebesar 38%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan dosis tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan efektivitas terapeutik, dan dosis 150 mg/kg BB merupakan dosis paling optimal. Penelitian ini juga memperkuat potensi daun sirih cina sebagai agen antidiabetes alami melalui mekanisme yang berkaitan dengan kandungan fenolik dan senyawa aktif lainnya


