KONSEP PERLAWANAN TERHADAP KETERTINDASAN DALAM PEMIKIRAN ISLAM MODERN ALI SYARIATI
Kata Kunci:
Ali Syari'ati, Perlawanan Terhadap Penindasan, Ummah, Humanisme, Rausyan FikrAbstrak
Pemikiran Islam modern berkembang sebagai respons atas perubahan sosial, politik, dan kemanusiaan yang ditandai oleh ketimpangan, penindasan, dan krisis keadilan. Dalam konteks tersebut, Ali Syari’ati tampil sebagai salah satu pemikir Muslim yang menawarkan Islam sebagai ideologi pembebasan yang berpihak pada kaum tertindas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perlawanan terhadap ketertindasan dalam pemikiran Islam modern Ali Syari’ati serta menjelaskan landasan teologis dan humanistik yang melatarinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, dengan sumber data berupa karya Ali Syari’ati sebagai data primer dan berbagai literatur ilmiah relevan sebagai data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep-konsep utama pemikiran Syari’ati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan terhadap ketertindasan dalam pemikiran Ali Syari’ati berakar pada pandangan tauhid, konsep rausyan fikr sebagai intelektual tercerahkan, gagasan ummah sebagai komunitas ideal yang berkeadilan, serta humanisme Islam yang menempatkan manusia sebagai subjek historis. Pemikiran tersebut menegaskan bahwa Islam tidak hanya bersifat ritual dan teologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendorong perubahan dan pembebasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ali Syari’ati memberikan kontribusi penting bagi diskursus Islam kontemporer dalam menjadikan agama sebagai kekuatan transformatif untuk melawan penindasan dan mewujudkan keadilan sosial.


