STRATEGI PEMBARUAN CITRA MEREK KA TAKSAKA MELALUI INOVASI HYPE TRIP: TINJAUAN SISTEMATIS BERBASIS STUDI PUSTAKA

Penulis

  • Yunita Sari Universitas Tazkia Penulis
  • Sri Angraini Universitas Tazkia Penulis

Kata Kunci:

Brand Rejuvenation, Experiential Marketing, Co-Creation, Citra Merek, KA Taksaka, Transportasi Publik, Pemasaran Digital, Milenial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembaruan citra merek (brand rejuvenation) KA Taksaka melalui inovasi Hype Trip sebagai pendekatan pemasaran berbasis pengalaman (experiential marketing). Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena menurunnya minat segmen penumpang usia produktif (18–35 tahun) terhadap kereta api jarak jauh, seiring makin kompetitifnya pilihan transportasi alternatif seperti maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) dan layanan berbasis aplikasi. Kondisi ini mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk berinovasi tidak hanya pada aspek fisik armada, melainkan juga pada dimensi pengalaman perjalanan yang ditawarkan. Hype Trip dirancang sebagai konsep perjalanan bertema yang mengintegrasikan unsur wisata, komunitas, dan pengalaman unik, sehingga KA Taksaka tidak sekadar menawarkan perpindahan dari satu titik ke titik lain, melainkan menciptakan narasi perjalanan yang kaya nilai pengalaman dan identitas komunitas. Metode yang digunakan adalah studi pustaka sistematis (systematic literature review) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, dan Sinta peringkat 1–3. Dari 87 artikel yang teridentifikasi, proses seleksi ketat menghasilkan 15 artikel final yang memenuhi kriteria relevansi topik, kualitas metodologi, dan kesesuaian konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa Hype Trip merupakan integrasi komprehensif dari tiga pilar: experiential marketing, brand rejuvenation, dan co-creation. Menggunakan kerangka Strategic Experiential Modules (SEMs) Schmitt (1999), kelima dimensi—sense, feel, think, act, dan relate— diaktifkan secara simultan. Desain gerbong tematik, ko-kreasi komunitas, dan pemanfaatan media sosial sebagai katalisator konten organik terbukti menjadi faktor kritis yang mendorong perubahan persepsi merek. Sintesis literatur juga mengonfirmasi hubungan kausal kuat antara kualitas pengalaman dan loyalitas jangka panjang, dengan nostalgia dan keunikan pengalaman sebagai prediktor terkuat niat pembelian ulang. Temuan ini berkontribusi secara teoritis melalui model integrasi brand rejuvenation–experiential marketing untuk konteks transportasi publik negara berkembang, sekaligus memberikan panduan praktis bagi PT KAI dalam membangun identitas merek yang relevan bagi segmen milenial dan Generasi Z

Diterbitkan

2026-06-21