ETIKA PEMUNGUTAN PAJAK MENURUT ABU YUSUF DAN TANTANGAN KORUPSI FISKAL DI INDONESIA
Kata Kunci:
Etika Pajak, Korupsi Fiskal, Kiatab Al-Kharaj, Abu YusufAbstrak
Penelitian ini menganalisis relevansi etika pemungutan pajak yang diusung oleh Imam Abu Yusuf dalam karyanya Kiatab al-Kharaj untuk mengatasi tantangan korupsi fiskal di Indonesia. Krisis integritas yang ditandai dengan masifnya kasus korupsi pajak menjadi latar belakang utama, sebab praktik ini merusak kepercayaan publik dan menurunkan kepatuhan pajak nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka normatif-historis. Unit analisisnya meliputi prinsip-prinsip etika Abu Yusuf (Keadilan (Al-'Adl) dan Kesejahteraan (Ri’ayah)) sebagai landasan normatif, yang kemudian dikomparasikan dengan fenomena korupsi fiskal kontemporer di Indonesia (dianalisis menggunakan teori Fraud Triangle). Data dikumpulkan melalui dokumentasi sistematis dari teks primer (Kitāb al- Kharāj) serta dokumen resmi kasus korupsi fiskal. Hasil penelitian menemukan bahwa korupsi fiskal terjadi karena tingginya Kesempatan (Opportunity), Tekanan (Pressure), dan Rasionalisasi (Rationalization). Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan model implementasi etika Abu Yusuf melalui reformasi tiga pilar: (1) Digitalisasi Total (e-Faktur dan e-Audit) untuk menutup Kesempatan, (2) Transparansi Penggunaan Dana untuk mengatasi Rasionalisasi dan meningkatkan Tax Morale, serta (3) Penegakan Hukum Tegas (termasuk kasus Faktur TBTS) untuk menekan Tekanan dan menegakkan Al-'Adl. Disimpulkan bahwa penggabungan etika moral klasik dengan reformasi sistem modern adalah kunci untuk membangun sistem perpajakan Indonesia yang kokoh dan berintegritas.


