PENINGKATAN DAYA SAING DESTINASI OBJEK WISATA BUNTU BURAKE DI KABUPATEN TANA TORAJA
Kata Kunci:
Daya Saing Destinasi, Pengembangan Pariwisata, Analisis SWOT, Buntu Burake, Tana TorajaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan dalam meningkatkan daya saing destinasi Objek Wisata Buntu Burake di Kabupaten Tana Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed method), yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Januari di Objek Wisata Buntu Burake, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang berkunjung ke Objek Wisata Buntu Burake pada periode tahun 2020-2024 sebanyak 622.646 orang. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT melalui penyusunan Matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal Objek Wisata Buntu Burake memiliki kekuatan berupa daya tarik alam dan buatan, lokasi yang strategis, aksesibilitas yang baik, serta adanya layanan keamanan. Namun demikian masih terdapat kelemahan seperti keterbatasan fasilitas parkir, toilet, serta rambu penunjuk arah yang belum optimal. Secara eksternal terdapat peluang berupa dukungan pemerintah, promosi melalui media sosial, serta berkembangnya usaha masyarakat lokal, namun juga menghadapi ancaman berupa persaingan dengan destinasi wisata lain dan faktor cuaca. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan kekuatan untuk menangkap peluang, meningkatkan fasilitas dan pelayanan, serta melakukan evaluasi dan pengembangan destinasi secara berkelanjutan guna meningkatkan daya saing destinasi wisata.


