STRATEGI MANAJEMEN MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI MELALUI GERAKAN SABTU GESIT DI MI NURUL ISLAM KETRO

Penulis

  • Sabar Narimo Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Nurjanah Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Miftah Nurul Akbar Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis

Kata Kunci:

Strategi Manajemen, Madrasah, Budaya Literasi, Gerakan Sabtu Gesit

Abstrak

Membudayakan literasi sejak dini penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak karena fondasi ini membangun kecerdasan kognitif, sosial, dan emosional. Literasi dini memperkuat fungsi eksekutif otak seperti memori kerja dan fokus, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, serta membekali anak dengan kemandirian, kepercayaan diri, dan kecakapan hidup yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Penelitian ini, bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan strategi manajemen madrasah dalam pelaksanaan Gerakan Sabtu Gesit di MI Nurul Islam Ketro, (2) Menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pelaksanaan gerakan literasi menggunakan analisis SWOT, dan (3) Mengidentifikasi implikasi Gerakan Sabtu Gesit terhadap peningkatan minat baca siswa dan mutu pendidikan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen yang merupakan salah satu madrasah Ibtidaiyah dibawah naungan Kementerian Agama. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi Observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber.  Berdasarkan beberapa hasil penelitian, strategi manajemen madrasah dalam mengembangkan budaya literasi melalui program seperti Gerakan Sabtu Gesit umumnya berfokus pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan literasi. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan tulis siswa secara berkelanjutan. Hasil analisis SWOT menunjukkan strategi manajemen madrasah untuk pelaksanaan Gerakan Sabtu Gesit secara umum menunjukkan adanya potensi besar untuk pengembangan karakter dan peningkatan mutu pendidikan melalui optimalisasi kekuatan dan peluang yang ada. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan madrasah untuk mengatasi kelemahan internal dan menghadapi ancaman eksternal. Strategi manajemen madrasah yang baik dalam pelaksanaan Gerakan Sabtu Gesit (Bersih, Sehat, dan Gembira) memberikan dampak atau implikasi yang positif yang signifikan bagi seluruh warga madrasah. Kunci keberhasilan terletak pada perencanaan yang matang, pengorganisasian yang efektif, dan partisipasi aktif dari semua pihak.

Diterbitkan

2026-01-21