INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL TRADISI FASHION RIMPU DI BIMA DOMPU

Penulis

  • Rosidah Universitas Islam Negeri Mataram Penulis
  • Sukarman Universitas Islam Negeri Mataram Penulis

Kata Kunci:

Rimpu, Islam, Budaya Lokal, Bima-Dompu, Fashion Tradisional, Pelestarian Budaya

Abstrak

Riset ini mengkaji integrasi antara ajaran Islam dan budaya lokal dalam tradisi fashion Rimpu di wilayah Bima-Dompu, Nusa Tenggara Barat. Rimpu merupakan busana khas perempuan Bima-Dompu yang terbuat dari kain tenun lokal (tembe nggoli), mencerminkan nilai-nilai Islam, khususnya kewajiban menutup aurat, serta sekaligus mempertahankan kearifan budaya lokal. Terdapat berbagai jenis Rimpu seperti Rimpu mpida, Rimpu colo, Rimpu cili, dan Rimpu gala, yang masing-masing memiliki simbolisme dan makna sosial-religius tersendiri. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, yang dilaksanakan pada Maret– April 2025. Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun Rimpu memiliki makna simbolik yangkuat terhadap nilai-nilai Islam dan identitas budaya, penggunaannya mulai mengalami penurunan akibat arus globalisasi, perubahan gaya hidup generasi muda, serta kurangnya pemahaman historis dan religius. Namun demikian, masih terdapat upaya pelestarian melalui festival budaya, penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan, serta simbolisme motif tenun yang mengandung nilai-nilai Islam. Strategi pelestarian yang disarankan antara lain penguatan edukasi budaya, promosi di tingkat nasional dan internasional, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah agar tradisi Rimpu tetap relevan dan tidak kehilangan esensi keIslaman maupun identitas lokalnya

Diterbitkan

2026-01-21