PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA: STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIAN DAN BAHASA BATAK TOBA PADA MAHASISWA PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STAMBUK 22 UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN

Penulis

  • Putri Elisabet Simatupang Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Winda Dameria Kaban Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Robinhot Lumban Gaol Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Mely Kristiani Harefa Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis

Kata Kunci:

Pergeseran Bahasa, Pemertahanan Bahasa, Bahasa Batak Toba, Bahasa Indonesia, Mahasiswa

Abstrak

Penelitian ini mengkaji fenomena pergeseran dan pemertahanan bahasa pada mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Stambuk 22 Universitas HKBP Nommensen dengan fokus pada penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak Toba. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang multibahasa, khususnya pada mahasiswa perantauan yang mengalami kontak bahasa secara intensif di lingkungan sosial dan akademik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola penggunaan kedua bahasa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya pergeseran dan pemertahanan Bahasa Batak Toba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap dua mahasiswa perantauan yang berasal dari daerah Batak Toba dan menetap di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola penggunaan bahasa pada masing-masing responden. Mahasiswa yang berada dalam lingkungan sosial homogen dan memiliki komunitas sesama penutur Batak Toba cenderung mampu mempertahankan penggunaan Bahasa Batak Toba dalam ranah keluarga, pertemanan, dan kegiatan nonformal. Sebaliknya, mahasiswa yang berada dalam lingkungan sosial heterogen menunjukkan kecenderungan pergeseran bahasa, dengan Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang lebih dominan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Faktor lingkungan sosial, sikap bahasa, peran keluarga, ranah akademik, serta pengaruh media dan budaya populer berperan penting dalam menentukan keberlangsungan bahasa daerah. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan komunitas etnis secara berkelanjutan lokal.

Diterbitkan

2026-02-21