UPAYA PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS SEKOLAH
Kata Kunci:
Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Pelecehan Seksual, Perilaku Pencegahan, Remaja, Siswa SMAAbstrak
Kasus kekerasan seksual di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, dengan korban tidak hanya terdiri dari orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami pelecehan seksual akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan menjaga kesehatan reproduksi serta memahami batas diri. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 180 siswa, terdiri atas 90 kelompok intervensi dan 90 kelompok kontrol, dipilih dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil menunjukkan peningkatan skor perilaku pencegahan pelecehan seksual pada kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan, meliputi pengetahuan (pre 13,16 ; post 17,02), sikap (pre 30,40 ; post 42,29), dan praktik (pre 32,29 ; post 45,73). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,000), sedangkan uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok hanya pada pengetahuan (p=0,001). Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan pelecehan seksual, namun belum berpengaruh terhadap sikap dan praktik. Program lanjutan yang melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat perubahan perilaku.


