RASIONALISASI DAN PERUBAHAN SIKAP PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL: KAJIAN BERDASARKAN TEORI DISONANSI KOGNITIF FESTINGER 1957
Kata Kunci:
Disonansi Kognitif, Media Sosial, Rasionalisasi, Selective Exposure, Perubahan SikapAbstrak
Media sosial menciptakan dinamika psikologis yang kompleks, terutama terkait bagaimana individu mempertahankan konsistensi antara keyakinan, nilai, dan perilaku dalam lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme rasionalisasi dan perubahan sikap pada pengguna media sosial melalui perspektif Teori Disonansi Kognitif Festinger (1957). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan metode kajian pustaka. Sumber diperoleh dari database ilmiah seperti Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink, serta buku-buku psikologi sosial yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang yang rentan menimbulkan disonansi kognitif, terutama akibat tekanan pencitraan diri, tuntutan norma digital, serta konsumsi informasi yang tidak seimbang. Pengguna umumnya mereduksi disonansi melalui rasionalisasi dan selective exposure, yaitu membenarkan perilaku dan menyaring informasi agar sejalan dengan keyakinan awal. Namun, disonansi yang berkelanjutan juga dapat memicu perubahan sikap, baik ke arah negatif seperti meningkatnya materialisme dan standar estetika tidak realistis, maupun ke arah positif seperti meningkatnya kehati-hatian dalam berbagi informasi dan penerimaan diri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa disonansi kognitif memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku pengguna media sosial, serta bahwa pemahaman terhadap mekanisme ini dapat berkontribusi pada peningkatan literasi digital dan regulasi diri dalam berinteraksi di dunia digital


