EDUKASI PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA INDUSTRI ALAT TENUN BUKAN MESIN DI DESA PAKUMBULAN KABUPATEN PEKALONGAN
Kata Kunci:
Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), Edukasi K3, Kecelakaan Kerja, Penyakit Akibat Kerja, Ergonomi, Desa PakumbulanAbstrak
Industri rumah tangga Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Desa Pakumbulan, Kabupaten Pekalongan merupakan sektor tidak resmi yang memiliki risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tinggi karena lingkungan kerja yang tidak standar, postur kerja monoton, dan gerakan repetitif dalam durasi panjang. Kondisi ini memicu tingginya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs), kelelahan kerja tingkat sedang hingga berat, serta risiko penyakit akibat kerja seperti jari terjepit, terpeleset hingga dapat mengakibatkan sakit punggung dan potensi kecelakaan lainnya. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi pengendalian risiko K3 melalui pendekatan dengan melibatkan pekerja secara langsung untuk mengidentifikasi bahaya kerja menggunakan metode JSA atau FMECA, serta mengukur keluhan fisik dengan cara memberikan pertanyaan secara langsung kepada pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi secara signifikan meningkatkan pemahaman pengrajin mengenai pentingnya posisi kerja ergonomis, peregangan otot berkala, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan untuk meminimalkan paparan debu serat kain dan cedera fisik. Kesimpulannya, penguatan budaya K3 melalui edukasi berkelanjutan sangat krusial untuk menekan angka kecelakaan kerja dan dampak penyakit akibat kerja guna menjamin keberlangsungan produktivitas serta kesejahteraan pengrajin di Desa Pakumbulan.


