AN ANALYSIS OF READING COMPREHENSION THROUGH COLLABORATIVE LEARNING IN 21ST CENTURY SKILL AT ELEMENTARY SCHOOL TEGAL JAYA

Penulis

  • Hilariani Ibur Universitas Triatma Mulya Penulis
  • Ni Made Dita Sintadewi Universitas Triatma Mulya Penulis
  • Ni Putu Artila Dewi Universitas Triatma Mulya Penulis

Kata Kunci:

Pembelajaran Kolaboratif, Pemahaman Membaca, Keterampilan Abad ke-21, Vygotsky, Pendidikan Dasar

Abstrak

Artikel ini melaporkan temuan studi kasus kualitatif yang mengeksplorasi bagaimana pembelajaran kolaboratif (PL) membentuk perkembangan pemahaman membaca 23 siswa kelas tiga di SD TegalJaya, Bali. Berlandaskan teori sosiokultural Vygotskian dan kerangka kerja Kemitraan untuk Pembelajaran Abad 21 (P21), studi ini menyelidiki tiga pertanyaan: (1) Bagaimana PL memengaruhi pemahaman membaca siswa? (2) Kekuatan dan kelemahan apa yang muncul ketika siswa belajar membaca secara kolaboratif? (3) Strategi guru mana yang mengoptimalkan pemahaman selama sesi PL? Data dikumpulkan selama satu semester melalui observasi pelajaran, wawancara semi terstruktur dengan siswa dan guru bahasa Inggris mereka, serta analisis dokumen rencana pelajaran, silabus, dan artefak siswa. Prosedur pengodean tematik dan perbandingan konstan mengungkapkan lima temuan utama. Pertama, rutinitas PL terstruktur (misalnya, Think Pair Share, Round Robin, dan Collaborative Strategic Reading) secara signifikan meningkatkan skor pemahaman literal, inferensial, dan evaluatif, dengan peningkatan rata-rata 15–20 poin persentase pada penilaian kelas. Kedua, perancah antarteman sebaya meningkatkan pertumbuhan kosakata, pemantauan metakognitif, dan efikasi diri pembaca, terutama bagi siswa dengan kemampuan rendah. Ketiga, heterogenitas tingkat bahasa dan keterampilan sosial terkadang memperlambat kerja kelompok, sehingga membutuhkan fasilitasi yang cermat. Keempat, penggunaan rubrik penilaian oleh guru, Pemodelan strategi yang eksplisit, dan peran rotasi (Pemimpin, Pencatat, Pelapor, Pemeriksa) mendorong akuntabilitas dan partisipasi yang setara. Terakhir, sesi Pembelajaran Kolaboratif (CL) mengembangkan kompetensi kunci abad ke-21—komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas—sehingga menyelaraskan pembelajaran membaca dengan tujuan kurikulum yang lebih luas. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi pedagogis dan kebijakan, yang menunjukkan bahwa pengembangan profesional yang berkelanjutan, penjadwalan yang fleksibel, dan dukungan sumber daya sangat penting untuk mengarusutamakan praktik Pembelajaran Kolaboratif (CL) di sekolah dasar di Indonesia.

Diterbitkan

2025-07-21