PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN METODE SCAFFOLDING PADA MATERI EVOLUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

Penulis

  • Eva Nurdia Nusi Ferawati Universitas PGRI Ronggolawe Penulis
  • Dede Nuraida Universitas PGRI Ronggolawe Penulis
  • Tabitha Sri Hartati Wulandari Universitas PGRI Ronggolawe Penulis

Kata Kunci:

Scaffolding, Evolusi, Berpikir Kritis, Literasi Membaca, Pembelajaran Biologi

Abstrak

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi kunci abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran sains. Materi evolusi dalam Biologi sering menjadi tantangan bagi siswa karena bersifat abstrak, kompleks, dan sering disertai miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penerapan metode scaffolding pada pembelajaran materi evolusi serta menganalisis pengaruhnya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis berdasarkan tingkat literasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru Biologi dan siswa kelas XII SMAN 5 Taruna Brawijaya, yang dikelompokkan berdasarkan tingkat literasi membaca (rendah, sedang, dan tinggi). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, angket persepsi siswa, tes kemampuan berpikir kritis (pre-test dan post- test), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan scaffolding dalam pembelajaran evolusi meliputi pertanyaan terbuka, pemberian petunjuk, dan modeling yang dilakukan secara bertahap sesuai prinsip Zone of Proximal Development (ZPD). Persepsi siswa terhadap pembelajaran ini cenderung positif, dengan variasi tanggapan berdasarkan tingkat literasi. Siswa literasi tinggi menunjukkan kemandirian berpikir yang lebih baik, sementara siswa literasi rendah lebih membutuhkan dukungan pada tahap awal. Tes berpikir kritis menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada semua kelompok siswa, terutama pada indikator analisis masalah, evaluasi informasi, dan penyusunan argumen. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan efektivitas scaffolding dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode scaffolding merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan membangun pengalaman belajar bermakna, khususnya pada materi yang bersifat konseptual dan abstrak seperti evolusi. Diferensiasi scaffolding berdasarkan literasi siswa menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran

Diterbitkan

2025-10-21