SISTEM MONITORING SUHU UDARA DAN KETINGGIAN AIR BERBASIS IOT DENGAN METODE PROTOTYPE PADA RUMAH HIDROPONIK
Kata Kunci:
Monitoring, Controlling, Mikrokontroler, Web, IoTAbstrak
Sektor pertanian di Indonesia memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, serta menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Namun, konversi lahan pertanian yang terus berlangsung mengancam keberlanjutan produksi pangan. Dalam konteks ini, teknologi pertanian hidroponik muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem monitoring dan pengendalian suhu udara dalam rumah hidroponik, yang merupakan faktor penting untuk menjaga kesehatan tanaman. Suhu udara yang tidak terkontrol dapat menyebabkan tanaman layu atau bahkan mati, sehingga pemantauan yang akurat sangat diperlukan. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler Wemos D1 R1 yang dilengkapi dengan modul Wifi untuk konektivitas, serta sensor DHT11 untuk mendeteksi suhu udara. Selain itu, sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur ketinggian air dalam sistem hidroponik. Data yang diperoleh dari sensor dapat dimonitor melalui platform web, memungkinkan pengguna untuk melakukan pengendalian jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor DHT11 memiliki nilai error sebesar 0.68℃ selama 30 menit pertama pengukuran, yang menunjukkan tingkat akurasi yang baik. Sementara itu, sensor ultrasonik menunjukkan tingkat akurasi sebesar 93.08%, yang menjamin keandalan dalam pengukuran ketinggian air. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya teknologi monitoring dalam sistem hidroponik untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia. Dengan pemantauan yang tepat, diharapkan produktivitas tanaman dapat meningkat meskipun lahan pertanian semakin terbatas. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam teknologi pertanian berbasis IoT.


