GANGGUAN BAHASA PENDERITA DOWN SYNDROME USIA 29 TAHUN: PENDEKATAN PSIKOLINGUISTIK DALAM PEMEROLEHAN FONOLOGI STUDI KASUS YEYE
Kata Kunci:
Down Syndrome, Fonologi, Psikolinguistik, Gangguan Bahasa, FonemAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk gangguan fonologis pada individu dengan Down Syndrome melalui pendekatan psikolinguistik. Subjek dalam studi ini adalah seorang perempuan berusia 29 tahun bernama Yeye, yang menunjukkan gejala Down Syndrome. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan memanfaatkan metode wawancara dan perekaman suara sebagai instrumen utama. Hasil penelitian mengungkapkan tiga bentuk utama gangguan fonologis, yaitu perubahan bunyi fonem (misalnya /t/ menjadi /d/, /n/ menjadi /m/), penambahan fonem (baik vokal maupun konsonan), serta penghilangan fonem. Gangguan ini disebabkan oleh kelemahan fungsi organ artikulasi dan gangguan sistem saraf. Proses fonologis yang ditemukan meliputi netralisasi, asimilasi, epentesis, disimilasi, zeronisasi, dan monoftongisasi. Temuan ini menekankan perlunya intervensi terapi fonologi yang terarah serta lingkungan sosial yang mendukung guna membantu anak dengan Down Syndrome dalam mengembangkan kemampuan komunikasinya secara optimal.


