PENDAMPINGAN TARI TRADISIONAL SEBAGAI SARANA PELESTARIA BUDAYA LOKAL INDONESIA PADA ANAK MIGRAN DI PKBM PNF KBRI KUALA LUMPUR

Penulis

  • Wahyuning Untari Universitas Islam Syarifuddin Penulis
  • Qurroti A'yun Universitas Islam Syarifuddin Penulis
  • Haidar Idris Universitas Islam Syarifuddin Penulis

Kata Kunci:

Tari Tradisional, Pelestarian Budaya, Anak Migran, PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur, Pendampingan

Abstrak

Pelestarian budaya lokal menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kontinuitas identitas bangsa, terlebih bagi anak-anak migran Indonesia yang hidup dan tumbuh di luar negeri. Mereka sering dihadapkan pada tantangan akulturasi yang dapat menyebabkan terkikisnya pengetahuan dan keterikatan mereka terhadap budaya asal. Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan pendampingan tari tradisional diselenggarakan di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur sebagai bagian dari program pengabdian berbasis Service Learning. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya memperkenalkan teknik dan estetika tari tradisional Indonesia, khususnya Tari Duh Angin , tetapi juga menanamkan rasa bangga, kecintaan, serta pemahaman nilai budaya kepada anak-anak migran. Pendampingan ini melibatkan lima anak migran berusia 9–12 tahun dengan tahapan kegiatan yang meliputi persiapan, pengenalan, latihan, serta pementasan. Proses pendampingan dilaksankan di jam sekolah pada jam ke tiga. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek keterampilan motorik tari, kepekaan ritmis, ekspresi, serta rasa percaya diri anak dalam tampil di hadapan publik. Selain itu, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam seni tari. Secara sosial, program ini berdampak positif dalam mempererat hubungan antarsesama anak migran serta meningkatkan partisipasi orang tua dan komunitas dalam pelestarian budaya Indonesia. Bagi pendamping, program ini memberikan pembelajaran reflektif terkait metode pengajaran kreatif, kemampuan komunikasi lintas budaya, dan kesadaran lebih mendalam mengenai urgensi pelestarian budaya di tengah tantangan globalisasi. Dengan demikian, pendampingan tari tradisional berbasis Service Learning terbukti menjadi pendekatan efektif dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus sebagai media penguatan identitas nasional di lingkungan diaspora.

Diterbitkan

2025-12-21