CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN ANEMIA RINGAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLAMPIS KABUPATEN BANGKALAN
Kata Kunci:
Primigravida, Kehamilan, Anemia, Trimester III, Zat BesiAbstrak
Kehamilan primigravida merujuk pada keadaan dimana wanita mengalami kehamilan untuk pertama kali yang dapat meningkatkan risiko anemia karena hemodelusi, Kondisi anemia pada kehamilan ditandai oleh hemoglobin ibu yang turun di bawah 11 g/dl. Anemia defisiensi besi menjadi jenis anemia paling prevalen secara global dan penyebab utama morbiditas. Dari survei awal di Puskesmas Klampis Januari 2025, dari 80 ibu hamil, 18 orang (20,9%) terdeteksi anemia (Puskesmas Klampis, 2025). Penyebab utama anemia ini adalah kekurangan zat besi, meningkatnya kebutuhan nutrisi pada ibu dan kurangnya pengetahuan ibu, anemia dapat menyebabkan berbagai masalah pada ibu contohnya perdarahan pasca lahir. Peran tenaga kesehatan terutama bidan adalah melakukan pencegahan, deteksi dini dan penanganan dengan edukasi guna mencegah komplikasi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa dan Pengelolaan pada ibu hamil pertama dengan usia kehamilan 28–29 minggu yang mengalami anemia ringan. Metode penelitian ini mengadopsi laporan kasus dengan fokus pada kasus kebidanan ibu primigravida trimester III yang mengalami anemia ringan, berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Klampis, Kabupaten Bangkalan, periode Januari–Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan 2 kali melalui wawancara yang terstruktur, pemeriksaan fisik dan laboratorium hemoglobin dengan menerapkan prinsip etika, dengan informed consent yang telah ditandatangani oleh pasien setelah mendapatkan penjelasan mengenai tujuan penelitian. Asuhan kebidanan dilakukan sebanyak dua kali kunjungan. Berdasarkan data yang didapatkan, ibu di diagnosa G1P0A0 Kehamilan usia 28– 29 minggu dengan anemia ringan, ibu mengeluhkan pusing serta nyeri punggung. Penanganan dilakukan melalui edukasi penggunaan tablet zat besi dan teknik meredakan nyeri punggung. Pada kunjungan kedua pusing ibu sudah teratasi, dan nyeri punggung ibu berkurang secara signifikan, intervensi yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kadar Hb ibu dan melakukan pemijatan punggung, pada kunjungan kedua didapatkan kadar Hb ibu sudah menunjukkan angka 11,2 (normal) dan nyeri punggung sudah teratasi. Asuhan kebidanan yang dilakukan selama dua kali kunjungan terbukti efektif dalam mengatasi anemia beserta dan nyeri punggung dengan dukungan edukasi yang berkesinambungan serta intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan aman ibu mampu melewati masa hamil dengan baik tanpa komplikasi


