IDEOLOGY AND POWER REPRESENTATION IN LANGUAGE EDUCATION POLICY DISCOURSE: A MULTIMODAL CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS
Kata Kunci:
Analisis Wacana Kritis Multimodal, Kebijakan Pendidikan Bahasa, Ideologi, Kekuasaan, Pendidikan Bahasa, Representasi SosialAbstrak
Studi ini muncul dari urgensi untuk memahami kebijakan pendidikan bahasa sebagai praktik sosial yang tidak hanya bersifat teknis tetapi juga sangat sarat dengan representasi ideologis dan relasi kekuasaan, khususnya dalam konteks pendidikan yang semakin multibahasa dan multimodal. Di tengah dinamika globalisasi dan digitalisasi pendidikan, wacana kebijakan bahasa memainkan peran penting dalam membentuk standar keberhasilan, identitas pembelajar, dan arah praktik pedagogis. Studi ini bertujuan untuk meneliti bagaimana ideologi dan kekuasaan direpresentasikan dalam wacana kebijakan pendidikan bahasa dan bagaimana wacana tersebut diinterpretasikan oleh para aktor pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan kerangka Analisis Wacana Kritis Multimodal, data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan pendidikan bahasa yang berisi elemen verbal dan visual, serta refleksi partisipan yang melibatkan pendidik dalam konteks pendidikan formal. Analisis data dilakukan secara tematik dengan meneliti pola makna yang muncul dari interaksi antara teks, visual, dan pengalaman sosial partisipan. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga tema utama: normalisasi bahasa dominan sebagai tolok ukur keberhasilan, ketegangan antara tuntutan kebijakan dan realitas pedagogis, dan peran visualisasi kebijakan dalam melegitimasi ideologi secara simbolis. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya Analisis Wacana Kritis Multimodal melalui penekanan pada dimensi afektif dan pengalaman subjektif para aktor pendidikan. Secara praktis, temuan ini relevan untuk pengembangan kebijakan dan kurikulum pendidikan bahasa yang lebih inklusif, reflektif, dan kontekstual, sekaligus membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut tentang hubungan antara wacana, kekuasaan, dan identitas dalam pendidikan


