DAMPAK BULLYING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Kata Kunci:
Bullying, Motivasi Belajar, Siswa SMP, Perilaku Agresif, PendidikanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk bullying yang terjadi serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Kota Padang. Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang oleh individu atau kelompok yang lebih kuat terhadap korban yang lebih lemah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis. Motivasi belajar sebagai dorongan internal yang memengaruhi semangat, keaktifan, dan pencapaian hasil belajar diduga mengalami penurunan pada siswa yang menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis field research dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari guru BK, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di Sekolah Menengah Pertama di Padang terjadi dalam bentuk fisik ringan seperti mengambil barang teman secara paksa, serta bullying verbal berupa ejekan dan penyebutan nama orang tua. Bullying psikologis juga ditemukan, seperti mengucilkan teman atau mempermalukan di depan kelompok. Dampaknya terlihat jelas pada motivasi belajar siswa, yaitu menurunnya semangat dan minat belajar, hilangnya kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, hingga kecenderungan menarik diri dari aktivitas kelas. Lingkungan belajar menjadi kurang kondusif sehingga menghambat perkembangan akademik dan karakter siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bullying memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, sekolah perlu memperkuat kebijakan anti-bullying, meningkatkan peran guru BK, melakukan sosialisasi rutin kepada siswa, serta membangun kerja sama yang lebih intensif dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.


