KEDIRI TONGGAK LITERATUR JAWA PADA AWAL ABAD KE-20:BOEKHANDEL TAN KHOEN SWIE
Kata Kunci:
Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, Pusat Literatur JawaAbstrak
Di Jawa, masa transisi tradisi lisan ke tulisan dapat ditelusuri sejak awal abad ke-20 dengan hadirnya Boekhandel Tan Khoen Swie (BTKS) di Kediri, salah satu penerbitan pertama di Nusantara yang menjadi role-model bagi penerbitan-penerbitan serupa. Kediri kemudian menjadi kota yang mampu menandingi popularitas Yogyakarta dan Surakarta dalam menyediakan kebutuhan literatur khususnya dalam khazanah literatur Jawa. Penting untuk dicatat, sebelum mendirikan usaha penerbitan di Kediri, Tan Khoen Swie telah menggeluti kehidupannya di Surakarta, kota di mana pengetahuan Jawa diproduksi. Pilihan Tan Khoen Swie yang justru berpindah dari Surakarta ke Kediri dan mendirikan usaha penerbitannya di sana tentu menarik untuk dicermati. Dengan melakukan studi heuristik, tulisan ini menelisik latar belakang wilayah Kediri, sebelum pemisahan administratif tahun 1986 yang dibagi menjadi dua wilayah Kediri Kota dan Kabupaten, yang juga berpengaruh penting dalam membesarkan nama penerbitan kondang pada awal abad ke-20, Boekhandel Tan Khoen Swie. Kediri bahkan juga mengantarkan Tan Khoen Swie mengalahkan popularitas Balai Pustaka penerbitan milik pemerintah yang juga masif menerbitkan berbagai literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan berbagai faktor yang menjadikan Kediri menjadi wilayah yang penting, beberapa di antaranya adalah posisi strategis Kediri yang juga menjadi sentral dalam perdagangan, pertanian, industri gula, perkembangan infrastruktur yang signifikan, serta potensi perkembangan literasi di wilayah ini.


