ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH PADA YOUTUBE HELMYYAHYA BICARA, “NGOBROL BISNIS DENGAN SULTAN CILIK 1 MILYAR”

Penulis

  • Sarma Panggabean Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Mira Sinurat Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Nomi Agustina Simorangkir Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Crisdayanti Sitorus Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis
  • Meldalena Hutasoit Universitas HKBP Nommensen Medan Penulis

Kata Kunci:

Analisis Wacana Kritis, Norman Fairclough, YouTube, Ideologi Kapitalisme

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kesuksesan finansial dan representasi ideologi kapitalisme dalam video podcast YouTube Helmy Yahya Bicara berjudul “Ngobrol Bisnis dengan Sultan Cilik 1 Miliar” dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menelaah tiga dimensi analisis Fairclough, yaitu dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Data penelitian berupa tuturan verbal dan elemen visual dalam video, serta tanggapan audiens di kolom komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam video digunakan untuk membangun citra anak muda mandiri dan produktif secara ekonomi. Pada dimensi praktik wacana, Helmy Yahya berperan sebagai fasilitator ideologi kapitalis melalui framing positif terhadap kesuksesan anak di bawah umur, sedangkan platform YouTube memperkuat penyebaran nilai tersebut melalui sistem algoritmiknya. Pada dimensi praktik sosiokultural, fenomena “sultan cilik” merefleksikan pergeseran nilai masyarakat Indonesia dari kolektivisme menuju individualisme neoliberal yang mengutamakan kemandirian dan akumulasi modal sejak usia dini. Dengan demikian, wacana dalam video ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan inspiratif, tetapi juga sebagai sarana reproduksi ideologi kapitalisme dalam budaya digital kontemporer.

Diterbitkan

2025-12-21