PEMBAHARUAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT BUYA HAMKATERHADAP PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER

Penulis

  • Zainal Rizki Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Iswantir Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Rizky Illahi Yusnaidi Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Razzaaq Fikih Al Fitra Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Rus Mani Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis

Kata Kunci:

Pembaharuan Pendidikan Islam, Buya Hamka, Model Pendidikan Holistik, Dikotomi Ilmu, Materialisme Digital, Insan Kamil , Reformasi Kurikulum

Abstrak

Penelitian ini menganalisis pembaharuan pemikiran pendidikan Islam menurut Buya Hamka dan relevansinya terhadap tantangan pendidikan kontemporer di Indonesia. Sistem pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan serius berupa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu rasional, serta degradasi nilai spiritual akibat dominasi materialistik di era digital. Tujuan utama kajian ini adalah merevitalisasi pemikiran Hamka sebagai kerangka strategis untuk mengatasi kesenjangan tersebut dan membentuk insan kamil. Penelitian ini mengadopsi desain kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menganalisis 25 sumber primer karya Hamka periode 1950-1980 dan literatur sekunder pasca- 2021. Analisis isi kualitatif dan tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama, dengan hasil reliabilitas antar-koder mencapai 87%. Temuan kunci mengidentifikasi model pendidikan holistik trinitarian Hamka, yang mengintegrasikan Ta’lim (pengajaran ilmu), Tarbiyah (pendidikan karakter), dan Ta’dib (pendidikan adab). Analisis menunjukkan dominasi proporsional pada Tarbiyah (40%), diikuti oleh Ta’lim (35%), dan Ta’dib (25%). Dominasi Tarbiyah ini menegaskan prioritas Hamka pada pembentukan akhlak mulia sebagai jihad intelektual melawan materialisme, yang selaras dengan grand theory tasawuf aktif. Model Hamka terbukti memiliki relevansi fungsional sebesar 85% sebagai solusi strategis untuk mengatasi dikotomi ilmu dan menguatkan karakter Generasi Emas 2045. Penelitian ini menegaskan urgensi revitalisasi metode pengajaran dengan menempatkan Tarbiyah pada posisi sentral, menyediakan panduan aplikatif untuk reformasi kurikulum inklusif di madrasah

Diterbitkan

2025-12-21