PAKIAH DAN KONTINUITAS PESANTREN SYECH BALINDUANG DI NAGARI SIBARUAS TAHUN 1985-2023

Penulis

  • Andika Rahman Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Suriani Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penulis

Kata Kunci:

Pakiah, Kontinuitas, Pesantren Syech Balinduang

Abstrak

Tradisi Pakiah dan Mamakiah merupakan bagian integral dari sistem pendidikan pesantren tradisional di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pakiah adalah sebutan bagi santri yang mendalami ilmu agama di surau atau pesantren, sedangkan Mamakiah adalah tradisi santri berkeliling masyarakat untuk mengumpulkan sedekah sebagai pemenuhan kebutuhan sehari- hari selama menuntut ilmu. Tradisi ini tidak hanya membantu pemenuhan ekonomi santri, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, serta mempererat hubungan sosial antara pesantren dan masyarakat. Namun, tradisi ini kerap disalahpahami sebagai tindakan meminta- minta sehingga menimbulkan stigma negatif. Penelitian ini berfokus pada kontinuitas tradisi Pakiah dan Mamakiah di Pondok Pesantren Syech Balinduang, Nagari Sibaruas, Kabupaten Padang Pariaman, dari tahun 1985 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara dengan tokoh masyarakat, pengurus pesantren, dan para santri, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan tradisi Mamakiah di lingkungan Pondok Pesantren Syech Balinduang. Analisis dilakukan dengan menelusuri perkembangan sejarah, pelaksanaan, serta kontribusi tradisi Pakiah dan Mamakiah terhadap keberlangsungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pakiah dan Mamakiah telah berlangsung secara turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga saat ini di Pondok Pesantren Syech Balinduang. Tradisi ini terbukti efektif dalam membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi santri yang kurang mampu serta mendukung pembiayaan operasional pesantren. Selain itu, Mamakiah juga menjadi sarana edukasi karakter bagi santri, menanamkan nilai-nilai sosial, kemandirian, dan memperkuat solidaritas antara pesantren dan masyarakat sekitar. Kontinuitas tradisi ini didukung oleh sikap masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan agama. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian tradisi Mamakiah sebagai bagian dari kearifan lokal yang mendukung keberlanjutan pendidikan Islam tradisional di Padang Pariaman

Diterbitkan

2025-11-21