RELEVANSI FALSIFIKASIONISME KARL POPPER DAN TEORI PARADIGMA THOMAS KUHN DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN KONTEMPORER

Penulis

  • Everianus Tae Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis

Kata Kunci:

Falsifikasi, Paradigma, Ilmu Pengetahuan, Revolusi Ilmiah, Metode Ilmiah

Abstrak

Perkembangan Ilmu pengetahuan kontemporer menghadirkan pertanyaan mendasar, apakah sains berkembang melalui proses bertahap atau perubahasan revolusioner? Karya ilmiah ini bertujuan menjelaskan konsep falsifikasi Karl Popper, paradigma Thomas Kuhn dan relevansinya dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis-historis melalui analisis buku, artikel dan jurnal. Karl Popper mengajukan prinsip falsifikasi sebagai kriteria pembatas ilmiah dan non-ilmiah, dimana teori harus diuji dan berpotensi disangkal melalui pengujian kritis. Thomas Kuhn menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan berkembang melalui siklus sains normal, anomali, krisis, dan revolusi paradigma yang melibatkan faktor sosial dan dinamika komunitas ilmiah. Kedua perspektif ini saling melengkapi dimana Popper memberikan standar ideal metode ilmiah yang objektif sedangkan Kuhn menjelaskan kenyataan praktis bagaimana sains berkembang dalam sejarahnya. Di era kecerdasan buatan (AI), big data, dan internet, integrasi pemikiran Popper dan Kuhn menjadi penting untuk mengembangkan tradisi berpikir kritis, mencegah dogmatisme ilmiah, serta memastikan komunikasi efektif dan akses terbuka dalam publikasi ilmiah sebagai fondasi kemajuan sains yang demokratis dan transformatif bagi masyarakat.

Diterbitkan

2025-11-21