INTEGRASI METODOLOGI ILMU ALAM, ILMU SOSIAL, DAN ILMU BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: MEMBANGUN PARADIGMA KEILMUAN YANG BERADAB DAN HOLISTIK
Kata Kunci:
Metodologi Ilmu, Epistemologi Islam, Integrasi Ilmu, Ilmu Sosial, Keilmuan ModernAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi metodologi ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam dengan menyoroti hubungan antara ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu budaya. Dalam pandangan Islam, pengetahuan tidak hanya bersumber dari rasionalitas dan empirisme, tetapi juga dari wahyu ilahi. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menjelaskan bagaimana nilai-nilai Islam dapat berperan sebagai dasar epistemologis yang memadukan logika, etika, dan spiritualitas dalam pengembangan ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa metodologi ilmu dalam Islam menekankan keseimbangan antara akal (aql), wahyu (naql), dan pengalaman (tajribah) sebagai satu kesatuan utuh dalam memahami realitas. Integrasi ini menghasilkan paradigma ilmu yang tidak hanya objektif secara akademik, tetapi juga berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan ketakwaan. Dengan demikian, paradigma keilmuan Islam memberikan arah baru dalam mengembangkan sains yang beradab, beretika, dan rahmatan lil ‘alamin


